Mengulek Hasil Survey Voxpol Center Research & Consulting Terhadap Kepemimpinan Melky-Johny

Gl🌏baltwo indo🇮🇩media/ijin share/kpg/20/2/2026 

Kupang, 20 Pebruari 2026

Mengulek Hasil Survey Voxpol Center Research & Consulting Terhadap Kepemimpinan Melky-Johny.

Berbagai lembaga dan masyarakat luas mengulek (Membahas Kembali, Mendiskusikan, discourse) Hasil Survey Kepuasan Publik Terhadap 1 Tahun Kepemimpinan Melky Johny  oleh Voxpol Center Research & Consulting di aula El Tari, Jumat (20/2/2026).

Melky dan Johny dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT di Istanah Merdeka Jakarta pada tanggal, 20 Pebruari 2025;  Sejak itu gasspol pelaksanaan program di 22 Kabupaten Kota mulai dilakukan dalam berbagai sektor pembangunan baik Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan; Kerja-kerja nyata telah dilakukan dengan berbagai pihak dan bersama masyarakat bersatu padu membangun daerah Nusa Tenggara Timur diatas dasar Visi dan Misi yaitu;

Visi: Mewujudkan NTT  yang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan melalui transformasi menuju Indonesia Emas 2046;

Misi:

*Transformasi Ekonomi: Mendorong hilirisasi komoditas lokal dan memperkuat UMKM melalui digitalisasi.

*Kualitas SDM: Meningkatkan akses pendidikan berkualitas dan layanan kesehatan primer (termasuk penanganan stunting).

*Infrastruktur Terintegrasi: Mempercepat konektivitas antarwilayah untuk menurunkan biaya logistik.

*Reformasi Birokrasi: Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, melayani, dan berbasis data.

*Ketahanan Sosial-Budaya: Memperkuat modal sosial dan kearifan lokal dalam pembangunan daerah.

Dasa Cita Melky-Johny yakni:

1. Dari Ladang dan Lautan: Membangun rantai pasok yang efisien, modern, dan aman di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta kelautan melalui penerapan teknologi hilirisasi.

2. Milenial dan Perempuan Sebagai Motor Kreativitas Lokal: Memberdayakan kaum muda dan perempuan sebagai penggerak ekonomi kreatif di daerah.

3. Wisata NTT, Penggerak Ekonomi Lokal: Memperkuat ekowisata dan wisata budaya berbasis komunitas untuk menampilkan jati diri dan pesona NTT ke dunia internasional.

4. Sejahtera Bersama: Memberikan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi seluruh lapisan masyarakat NTT.

5. Posyandu Tangguh: Mewujudkan masyarakat sehat dan bebas stunting melalui penguatan peran Posyandu di tingkat desa.

6. Sekolah Vokasi Unggulan: Membangun pusat pendidikan vokasi yang kurikulumnya disesuaikan dengan potensi unggulan di masing-masing daerah.

7. Infrastruktur Layak (Jalan, Listrik, Rumah): Mewujudkan kesejahteraan melalui pembangunan infrastruktur hijau dan biru (green and blue infrastructure) yang tahan bencana dan perubahan iklim.

8. Peningkatan Pendapatan Daerah & Kesejahteraan ASN: Mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menjamin pelayanan publik yang prima serta kesejahteraan ASN.

9. Membangun NTT Digital: Memperluas infrastruktur digital untuk memastikan akses internet merata dan komunikasi lancar di seluruh wilayah kepulauan.

10. Ayo Bangun NTT Melalui Kolaborasi: Mengajak seluruh elemen masyarakat dan diaspora NTT untuk bersatu membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

Program Kerja Unggulan (10 Dasa Cita) program prioritas, yang meliputi:

1. NTT Mart: Jaringan distribusi pangan murah untuk menekan inflasi.

2. Sekolah Vokasi: Kerja sama dengan industri untuk mencetak tenaga kerja siap pakai.

3. Satu Desa Satu Puskesmas Pembantu (Pustu): Memastikan akses kesehatan merata di pelosok.

5. Digitalisasi Desa: Transformasi administrasi desa untuk pelayanan publik yang lebih cepat.

5. Pemberdayaan UMKM: Dukungan permodalan dan pemasaran produk khas NTT ke pasar nasional/global.

Program Cepat (Quick Win) 100 Hari kerja usai

dilantik, yakni meluncurkan 6 program strategis awal, termasuk:

*Penanganan stunting secara masif berbasis komunitas.

*Audit birokrasi untuk efisiensi anggaran.

*Penyederhanaan perizinan investasi daerah.

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki Laka Lena-Johni Asadoma sangat welcome terhadap kritik dan saran semua komponen masyarakat, baik akademisi, praktisi serta stakeholder terhadap hasil survei 80,5 % masyarakat NTT puas terhadap kinerja 1 tahun kepemimpinan mereka, untuk pembenahan pada tahun-tahun ke depan.

Kritik dan saran yang diberikan, terus didorong dan diperbaiki di lapangan untuk kemajuan daerah NTT. Tata kelola pemerintahan terus diperbaiki bagi penyempurnaan program pembangunan ke depan.

Hal ini ditegaskan Gubernur NTT, Melki Lakalena ketika membuka kegiatan diskusi publik terhadap hasil survei kepuasan masyarakat terhadap 1 tahun kinerja Melki-Johni sebagai Gubernur dan Wakil  Gubernur  NTT di aula Eltari, tepat 1 tahun setalah dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Negara, 20 Februari 2025.

Diskusi Publik Sehari ini,  menghadirkan Direktur Eksekutif  VOXpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago sebagai narasumber dengan penanggap, Pendeta Dr. Mery L.Y Kolimon dan Dr. Laurensius Petrus Sayrani,S.Sos,M.PA  dengan moderator, Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana,S.Sos,M.Si dan dihadri langsung oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur, Johni Asadoma.

Diskusi Mengulek Hasil Survey VOXpol Center Research & Consulting ini juga menghadirkan peserta dari akademisi, mahasiswa, Aparat Sipil Negara (ASN), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aktifis berbagai LSM, Pemerhati sosial kemasyarakatan, Forkompimda, pelajar, pegiat pariwisata, serta Pers dan undangan lainnya 

Prisila Parera

Prisila Parera , Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT selaku Ketua Panitia mengatakan diskusi publik tersebut diselenggarakan sebagai wujud keterbukaan informasi publik oleh Pemerintah Provinsi NTT yang dinahkodai Gubernur Melki Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma.

Diskusi Publik menurut Prisila Parera bertujuan, antara lain adanya keterbukaan dan transparan kerja-kerja Pemerintah guna mendapatkan tanggapan masyarakat dan pemangku kepentingan dan sebagai ajang evaluasi capaian kinerja pemerintah terhadap layanan publik, kebijakan yang responsif dan publikasi secara tepat, cepat dan menjangkau seluruh masyarakat NTT melalui media massa dan jaringannya guna bergerak bersama dalam upaya percepatan pembangunan daerah.

Gubernur Melki Lakalena saat menyampaikan Sambutan awal menegaskan, catatan korektif dari hasil survei serta masukan dari peserta diskusi publik menjadi bahan refleksi bagi Melki-Johni dalam metata kelola pemerintahan dalam penyempurnaan program pembangunan ke depan, "Kita hadir hari ini untuk membuat NTT menjadi apa ke depan. Survei dibuat sebelum kasus tewasnya bocah YBR di Ngada. Jika survei dilakukan setelah kejadian itu, pasti hasilnya lain,”  tandas Melki.

Melki juga menegaskan soal data yang dipaparkan pihaknya di sidang paripurna (baca: tadi pagi, Red) terhadap 1 tahun kepemimpinan mereka merupakan data yang bersumber dari Badan pusat Statistik (BPS), sebagai lembaga negara yang dipercaya pemerintah. Untuk data, menurut Gubernur Melki, mestinya mengacu pada BPS. Soal pendekatan pembangunan nanti dipaparkan oleh lembaga survei.

Gubernur Melki menegaskan, data baru by name by address, metode pendataan atau basis data mencantumkan informasi secara rinci berdasarkan nama individu dan alamat lengkap sehingga misalnya program seperti bantuan sosial, pelayanan kesehatan atau pembangunan tepat sasaran kepada individu atau rumah tangga yang betul-betul membutuhkan oleh karena itu  kedepannya datanya  harus lebih mikro berdasarkan kondisi riil di lapangan. Gubernur Melki Lakalena bersama Wagub Johny Asadoma sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak. Dukungan itu ada dua, yakni yang bekerja bersama pemerintah dan yang mengkritik.

Melki menegaskan, Voxpol dipilih dalam survei kepuasan masyarakat terhadap 1 tahun kinerja kepemimpinan dirinya bersama Johni Asadoma, karena telah terbukti dalam survei pilpres dan pileg yang angka-angkanya mendekati riil. Untuk itu, yang perlu didiskusikan lebih intensif adalah kemiskinan ekstrem.

Pembawa Acara

Moderator

Direktur Eksekutif VOXPOL, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan hasil survei ini tergantung kapan data itu diambil. Dia menjelaskan, survei terhadap kepuasan masyarakat terhadap 1 tahun kepemimpinan Melki-Johni  dilakukan dengan kondisi geografis daerah yang cukup menantang dan dilakukan hanya 1 bulan penuh dengan hasil 80,5 % masyarakat puas; Survey mengambil 800 responden yang tersebar pada  22 kabupaten/Kota.

Pangi Syarwi Chaniago

Susrvei dilakukan face to face  dengan responden. Survei tersebut juga mengambil responden dengan kategori usia, dimana usia Gen-Z  sebagai dewa penentu. Lanjut Chaniago, hasil survei lembaganya menemukan birokrasi, pelayanan kesehatan, terutama terhadap pasien BPJS hanya berkutat dengan administrasi semata ketimbang menyelamatkan nyawa manusia. “Banyak yang meninggal karena birokrasi administrasi,” dari BPJS  katanya.

Mereka juga menemukan masalah pinjaman online (Pinjol) dan judi online (Judol), pungutan liar (Pungli) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang perlu dibenahi.

Bagi responden, setiap masalah yang mereka hadapi selalu ada solusi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang dinahkodai Melki-Johni. Harapan masyarakat terhadap Pemprov NTT sangat tinggi mencapai 28,7%. Hal ini yang mendongkrak prosentase kepuasan masyarakat terhadap 1 tahun kinerja kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma mencapai 80,5%.

Tanggapan-Apresiasi dari Penanggap

Pendeta Dr. Mery Kolimon menyampaikan apresaisi terhadap hasil survei  terhadap 1 tahun kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma. Hasil survei tersebut dinilai  Dr. Mery Kolimon sebagai teladan transparansi pemerintah.

Pdt. Dr. Mery Kolimon  

Namun Pdt. Dr. Mery Kolimon  mempertanyakan apakah 800 responden representasi dari masyarakat NTT yang jumlahnya kurang lebih 5 juta.

“Apakah 800 responden representasi dari masyarakat NTT yang jumlahnya kurang lebih 5 juta? Tapi survei ini baik, mendengarkan langsung suara rakyat terhadap kinerja pemerintah. Survei biasanya jelang pilkada . Ini teladan yang baik oleh Pemerintah Provinsi NTT yang melakukan survei di tahun pertama kekuasaannya,” tandas Pdt. Dr. Mery.

Pdt. Mery menegaskan, kekuasaan jika tidak disertai pengawasan akan serakah. Dia menyambut baik responden masyarakat NTT terhadap kinerja pemerintah selama 1 tahun pertama yang mencapai 80,5% kepuasan. Apakah pemerintah tahu dan apakah ada solusi terhadap masalah di masyarakat?,  masyarakat punya harapan terhadap Melki-Johni guna memberi jawaban terhadap permasalahan kekinian masyarakat. Faktor kepercayaan masyarakat juga merupakan tantangan bagi Melki-Johni ."Masyarakat terus berjuang dan punya harapan terhadap pemimpin mereka,” kata Mery.

Mantan Ketua Sinode GMIT tersebut juga menyoroti kerangka acuan yang belum memotret masyarakat miskin, perlindungan perempuan dan anak, Catatan ke depan perlu diperhatikan kelompok rentan.


Dr. Laurensius Petrus Sayrani

Dr. Laurensius Petrus Sayrani, Analisis Kebijakan Undana mengaku tertarik dengan motode survei. “Apakah 800 responden ini telah mencerminkan potret masyarakat NTT? Perlu dipisahkan antara masyarakat desa dan kota, wilayah pesisir dan pegunungan sebagai representasi kondisi geografis NTT,” kata Petrus.

Dia menekankan, karakter dan kondisi geografis masyarakat Timor, Flores, Sumba, Alor, Sabu, Rote mempersepsikan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma. Keberagaman NTT perlu diperhatikan dalam survei.

Dia juga menyoroti masalah keamanan dimana hasil survei menyebutkan responden mengaku aman-aman saja. Juga angka kemiskinan yang masih diragukan.

Petrus mengaku kurang puas dengan survei tersebut karena kurang memerhatikan, memetakan  kompleksitas masyarakat NTT. “Mengapa OVOP dan NTT Mart tidak masuk dalam komponen survei? Padahal NTT Mart sedang gencar-gencarnya oleh kepemimpinan Melki-Johni,” tanya Petrus.

Dia berharap tahun ke-2 Melki-Johni lebih gas menyelesaikan persoalan di NTT. Harapan yang sama juga disampaikan 6 orang penanya dari peserta yang hadir. Catatan-catatan korektif dari peserta diharapkan menjadi masukan berarti bagi Melki-Johni dalam menahkodai NTT 4 tahun ke depan.

Penanggap/Peserta

Penanggap/Peserta

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mengaku senang karena mendapat apresiasi dari forum terhadap hasil survei kinerja kepemimpinan mereka. “Ini menunjukkan kami bekerja walaupun masih banyak kekurangan. Mengukur kinerja 1 tahun, tentunya masih dini tapi perlu dilakukan,” kata Johni.

Wagub memparkan, data BPS tingkat kemiskinan di NTT menurun, tahun 2024 19,4% dan tahun 2025 turun menjadi 17,5%. Dan, jika setiap tahun turun 1,5% maka 5 tahun angka kemiskinan di NTT turun 7,5 %. Angka kemiskinan bisa diturunkan dari rata-rata nasional. Disadari dari data yang ada, daerah NTT angka kemiskinan masih relatif tinggi.

Selanjutnya Wagub Johni juga memaparkan angka pertumbuhan ekonomi naik dari tahun 2024 = 3,4 % dan tahun 2025 menjadi 5,7%. Dan jika dipertahankan 5 tahun  maka pertumbuhan ekonominya akan meningkat dan itu baik. Kedepannya sektor prioritas ekonomi, infrastruktur, layanan dasar (pendidikan dan kesehatan) akan mendapat perhatian prioritas sebagaimana  program prioritas daerah NTT ( Baca; Program Kerja Unggulan 10 Dasa Cita: Red).

NTT, kata Wagub Dr. Johni Asadoma  bahwa program prioritas dari dasacita tidak hanya dibangun oleh Pemrov tapi juga oleh kabupaten/kota, pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil survei ini diharapkan menjadi pendorong untuk 4 tahun ke depan dengan kerja keras. Tentunya anggaran menjadi masalah kita dan ini tantangan dalam meningkatkan Pendapat Asli daerah yang ditargetkan mencapai Rp 2,8 triliun. Untuk mencapai target PAD ini, kata Johni, tentunya membutuhkan inovasi dan kreativitas. Jika target ini tercapai bisa membiayai program-program prioritas yang diharapkan masyarakat.

Diujung dari diskusi mengulek hasil survey kepuasan publik 80,5 % terhadap kinerja Gubernur dan Wakil gubernur NTT tepat 1 tahun oleh lembaga survey Voxpol Center Research & Consulting di aula El Tari kantor gubernur NTT pada Jumat ( 20/2/2026), Gubernur Melky Lakalena dan Wakil gubernur Johny Asadoma mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam diskusi ini terutama kepada

Direktur Eksekutif  VOXpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago sebagai narasumber dengan penanggap, Pendeta Dr. Mery L.Y Kolimon dan Dr. Laurensius Petrus Sayrani,S.Sos,M.PA  dengan moderator, Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana,S.Sos,M.Si , juga kepada Pers yang akan menyampaikan informasi ini kepada masyarakat luas; Selanjutnya Melky-Johny berharap agar setiap komponen masyarakat dan pemerintah dan lembaga apa saja yang ada di daerah ini untuk bergandeng tangan, bahu membahu dalam kerjasama bersinergi dan berkolaborasi serta lebih giat lagi membangun daerah yang kita cintai ini kemasa depan yang lebih baik dan sejahtera .

Siaran pers ini dipublikasikan Oleh Gl🌏baltwo indo🇮🇩media.#AyoBangunNTT.  *Vhe5eryputlynd.Doc.glbltwoPeb.2026

IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA

IBU KOTA NUSANTARA



NUSA TENGGARA TIMUR

KALABAHI ALOR-NTT

LANJUTAN:
          MORU MART, MEBUNG MART, MALI MART, BUKAPITING                          MART,WOLWAL MART, MOLA MART, BATUNIRWALA MART,                      APUI MART, KOLANA MART, MATARU MART DAN LAINNYA




KOTA KUPANG DENGAN ICON: BUNGA SEPE












Iklan

Iklan