Bali, 17 Maret 2026
Wagub NTT Silaturahmi Dan Dialog Bersama Diaspora NTT Di Bali
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, melaksanakan silaturahmi dan dialog bersama masyarakat NTT (diaspora) asal Sumba yang bekerja di Provinsi Bali bertempat di H- Culture Building, Jln. Bypass Ngurah rai 447, Suwung – Denpasar, pada Selasa (17/3/2026).
Pertemuan ini selain bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi namun sekaligus menyerap aspirasi, serta membangun sinergi antara pemerintah daerah dan diaspora NTT. Pertemuan Wagub NTT ini juga dimaksudkan untuk memberikan pengarahan dan motivasi kepada masyarakat NTT yang bekerja di Bali agar menjaga sikap, menaati aturan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban dan keharmonisan sosial masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur NTT didampingi sejumlah pimpinan Perangkat Daerah, diantaranya Kepala Badan Kepegawaian Daerah NTT Kanisius Mau, Kepala Dinas Kominfo Adi Mandala, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa NTT Alex Koroh, Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTT Silvya Pekudjawang, Kepala Biro Umum Setda NTT Agustinus Sigasare, Kepala Badan Penghubung NTT Florida Setyawati, serta Kabag Rumah Tangga Biro Umum Setda Provinsi NTT Pius Saju.
Turut hadir pula berbagai tokoh dan organisasi diantaranya Ketua Ikatan Flobamora Herman Umbu Billi, Ketua Bali Partnership Filemon Koweho, perwakilan Majelis Desa Adat seperti Sekretaris Umum Dewa Rai Asmara dan Petajuh Bendesa Agung Bidang Hukum I Made Wena, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama Gede Nurjana, Para Pendeta yang melayani di area Bedeng, paguyuban Sumba, serta warga diaspora NTT asal Sumba di Bali.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dalam arahannya menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memiliki kesepahaman yang baik di tingkat pimpinan. Namun demikian, perhatian khusus harus terus diberikan kepada masyarakat NTT di tingkat akar rumput, khususnya yang tinggal dan bekerja di bedeng-bedeng proyek.
“Permasalahan yang muncul disebabkan oleh belum optimalnya adaptasi terhadap budaya dan norma kehidupan masyarakat Bali. Hal ini memicu keluhan dari masyarakat setempat dalam beberapa tahun terakhir dan berpotensi mengganggu keharmonisan sosial. Ini yang harus kita kawal selalu, kita terus berikan pembinaan dan pemahaman agar diaspora kita di Bali paham dan bisa taati dengan baik,” ucap Wagub NTT.
Wakil Gubernur menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan budaya serta adat istiadat setempat agar tercipta rasa aman dan nyaman bagi semua pihak. Ia juga mengintruksikan jajarannya bersama diaspora NTT di Bali untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi yang baik agar bisa mendeteksi dini serta mencegah hal-hal yang berpotensi menyebabkan permasalahan di level akar rumput.
“Tetap junjung tinggi nilai-nilai dan norma-norma adat istiadat dan budaya setempat, saling menghormati dan saling peduli antar diaspora. Jangan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, agar tidak menimbulkan keributan. Tetap fokus dan disiplin terhadap apa yang saudara-saudara kerjakan, tetap jaga loyalitas, dan profesionalisme. Dan bangun rasa cinta terhadap Bali sebagaimana saudara-saudara mencintai daerah asal NTT,” jelas Wagub Johni.
“Bangun Bali, bangun NTT, dan bangun keluarga kita. Mari kita ciptakan kedamaian, ketentraman, dan kenyamanan di tempat kita berada,” tegas Wagub Johni mengakhiri arahannya.
Sebelumnya dalam sekapur sirihnya, Ketua Ikatan Flobamora mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur NTT karena untuk kesekian kalinya dapat menyempatkan waktu bertemu, bersilaturahmi sebagai bentuk kepedulian pimpinan daerah kepada masyarakatnya.
“Terima kasih sekali karena untuk kesekian kalinya Bapak Wakil Gubernur NTT kembali datang di Bali untuk melihat dan bersilaturahmi dengan kami. Ini wujud nyata bahwa pemerintah hadir diberbagai kondisi masyarakatnya,” ucapnya.
Dihadapan Wakil Gubernur, ia juga menghimbau masyarakat NTT untuk saling peduli dan mengingatkan satu sama lain agar tidak membuat keresahan di lingkungan tempat tinggal dan tetap mempererat solidaritas warga NTT di Bali.
Senada, Sekretaris Umum Majelis Desa Adat Dewa Rai Asmara, juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur NTT karena untuk kesekian kalinya berkunjung dan memberikan arahan serta pembinaan kepada masyarakat NTT yang ada di Bali. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan terkait serta paguyuban masyarkaat NTT di Bali untuk bekerja sama memberikan pembinaan, arahan, pendampingan terhadap diaspora NTT di Bali khususnya yang bekerja di proyek-poryek konstruksi pembangunan.
Ia juga menegaskan pentingnya pemahaman terhadap sistem desa adat di Bali yang memiliki kewenangan otonom dalam mengatur kehidupan masyarakatnya. Ia mencatat bahwa pasca pencabutan larangan terhadap masyarakat NTT di Bali, situasi relatif kondusif tanpa adanya permasalahan berarti.
Sementara itu, Ketua Bali Partnership sebagai pelayan yang melayani di area bedeng menyampaikan bahwa Gereja memiliki peran strategis dalam mengayomi dan membina siapapun tanpa membeda-bedakan. Ia menerangkan pihaknya rutin dalam memberikan pelayanan bagi diaspora NTT di Bali.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif dan komitmen bersama dalam menjaga ketertiban, memperkuat keharmonisan, serta meningkatkan kesejahteraan dan citra positif masyarakat NTT di Provinsi Bali.
Siaran pers ini dipublikasikan atas kerjasama Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov.NTT dengan Gl🌏baltwo indo🇮🇩media.#AyoBangunNTT. *Vhe5eryputlynd*biroAPsetda.ntt.(LB).
IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA
![]() |
| Lanjut: Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya |


















