Kupang, 14 April 2026
Wagub NTT Johny Asadoma Tinjau UPTD Pendapatan Daerah Wil.Kabupaten Alor, Tekankan Optimalisasi PAD Dari PKB
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma, melakukan peninjauan ke UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Alor yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Teluk Mutiara, pada Selasa (14/4).
Turut mendampingi Wakil Gubernur NTT dalam kunjungan ini diantaranya Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Obeth Bolang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT DAlfonsus Theodorus, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo.
Kedatangan Wagub Johni Asadoma dan rombongan disambut langsung oleh Kepala UPTD Pendapatan Wilayah Kabupaten Alor Cornelis Daniel Ador beserta jajaran, perwakilan Jasa Raharja Rizal Noviar, serta Kasat Lantas Muhammad Aris.
Dalam laporan yang disampaikan, capaian pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor menunjukkan tren peningkatan secara nominal:.
* Tahun 2024: target Rp9,4miliar, realisasi Rp8,3 miliar (88,2%)
* Tahun 2025: target Rp11,6 miliar, realisasi Rp9,3 miliar (sekitar 80%)
* Tahun 2026: target Rp23,5 miliar, hingga 10 April terealisasi Rp2,6 miliar (11,25%)
Meskipun persentase capaian tahun 2026 masih relatif rendah namun dibanding periode sebelumnya, terdapat peningkatan nilai penerimaan.
Kepala UPTD juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Alor, Satlantas, Kodim, dan Dinas Perhubungan dalam upaya optimalisasi pendapatan.
Ia juga melaporkan kepada Wagub NTT bahwa dari sisi sarana prasarana, gedung kantor yang dibangun sejak tahun 2003 saat ini memerlukan perhatian, khususnya keterbatasan ruang arsip menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan administrasi.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa capaian tahun 2025 tergolong baik, namun realisasi tahun 2026 hingga bulan keempat masih jauh dari target yang diharapkan. Ia menekankan bahwa Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan kontributor utama Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di wilayah dengan sumber daya alam yang belum dioptimalkan.
“Tingkatkan etos kerja, dengan nilai-nilai kerja keras, profesional, jujur, dan berorientasi pada pelayanan. Kita tahu bahwa sekitar 80% PAD bersumber dari pajak kendaraan, sehingga optimalisasi sektor ini menjadi kunci. Terus inovatif dan bangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” ucap Wagub Johni.
Berdasarkan data, terdapat sekitar 29 ribu kendaraan bermotor di Kabupaten Alor. Namun hingga Maret 2026, yang sudah membayar pajak baru sekitar 2.400 kendaraan yang tercatat membayar pajak. Hal ini menunjukkan masih rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak serta perlunya pembenahan data yang lebih akurat.
Wakil Gubernur meminta agar dilakukan pendataan yang lebih rinci, termasuk jumlah kendaraan terdaftar, yang telah membayar, dan yang belum membayar, baik untuk tahun 2025 maupun triwulan pertama tahun 2026.
Sebagai langkah strategis, ia mendorong penerapan program pemutihan pajak, termasuk pembebasan biaya balik nama kendaraan, guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.
Menutup arahannya, Wakil Gubernur berharap seluruh jajaran UPTD dapat bekerja lebih keras dan lebih cerdas dalam menggali potensi PAD, serta meningkatkan kinerja pelayanan Samsat secara maksimal.
Siaran pers ini dipublikasikan atas kerjasama Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov.NTT dengan Gl🌏baltwo indo🇮🇩media.#AyoBangunNTT. *Vhe5eryputlynd*biroAPsetda.ntt.(RL).
IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA
![]() |
| Lanjut: Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya |





























