Bank NTT Bertransformasi RUPS Dan RUPS LB Sepakat Keputusan Strategis Membangun NTT

     

Kupang, 24 Mei 2026

Bank NTT Bertransformasi RUPS Dan RUPS LB Sepakat Keputusan Strategis Membangun NTT

Bank NTT   Resmi disetujui untuk bertransformasi menjadi Perseroda (Perseroan Daerah) melalui Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTT pada Kamis, 9 April 2026. Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai perubahan status hukum tersebut disepakati dalam Rapat Paripurna ke-73 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026. Paripurna dipimpin Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni didampingi para wakil ketua, serta dihadiri 44 anggota dewan dari total 65 anggota. Perubahan bentuk hukum PT Bank Pembangunan Daerah NTT (Bank NTT) dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas disahkan melalui Perda NTT. Untuk rincian proses penetapannya:-Tanggal & Bulan: 9 April 2026 -Nomor Perda: Dalam tahapan ini, Ranperda disetujui bersama oleh DPRD dan Gubernur NTT sebelum diundangkan secara resmi menjadi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi NTT. Perubahan bentuk hukum ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan regulasi terbaru dan memperkuat kendali pemerintah daerah dengan kepemilikan saham minimal 51% agar pembiayaan dan pembangunan lebih terfokus di wilayah Nusa Tenggara Timur.


Guna mempertegas peran dan fungsi bank daerah yakni Bank NTT (Perseroda) maka telah diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT, yang berlangsung di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Minggu,(25/5) menyepakati sejumlah keputusan strategis, mulai dari pembagian dividen sebesar Rp151 miliar, perubahan susunan pengurus, hingga penguatan modal perusahaan. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena sekaligus pemegang saham pengendali usai RUPS Dan RUPSLB kepada awak media NTT bertempat di pantai 2 gedung Sasando Kantor Gubernur NTT jalan Eltari Minggu 25 Mei 2026 (21.04 Witta) menyampaikan bahwa seluruh agenda rapat memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, termasuk perwakilan Bank Jatim.

"sebagai pemegang saham pengendali, Kami menerima laporan pertanggungjawaban Direksi dan Komisaris Bank NTT', dividen juga diputuskan sama seperti tahun lalu,” kata Melki usai RUPS Dan RUPS LB Bank NTT. 

Dalam rapat tersebut, Menurut Melky Laka Lena para pemegang saham juga menegaskan komitmen agar Bank NTT terus mendukung program prioritas pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Direksi dan komisaris diminta berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Selanjutnya disampaikan bahwa pembahasan dalam rapat berlangsung konstruktif. Para kepala daerah selaku pemegang saham mendapat penjelasan rinci terkait perkembangan aset, strategi bisnis, hingga kinerja perbankan Bank NTT. “Diskusinya sangat baik dan terbuka. Semua kepala daerah semakin memahami kondisi dan perkembangan Bank NTT,” tandas Melky. Dalam hal perubahan struktur RUPS Luar Biasa, ini pemegang saham menyetujui penyesuaian struktur organisasi perusahaan sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jumlah direksi yang sebelumnya 7 orang kembali menjadi 5 orang, sementara jumlah komisaris disesuaikan menjadi 3 orang. Rapat juga menyetujui pemberhentian Direktur Kepatuhan sebelumnya, serta mengangkat Revi, Pejabat Bank Jatim yang telah dinyatakan lulus uji kelayakan dan kepatutan oleh OJK, sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT. “Beliau memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di dunia perbankan, khususnya di Bank Jatim,” ungkap Melky. Selain itu, pemegang saham juga sepakat mengusulkan Flouri Rita Wuisan sebagai calon Komisaris Independen Bank NTT untuk melengkapi komposisi dewan komisaris. Jadi Keputusan perubahan status PT Bank NTT Berubah Menjadi Perseroda adalah Langkah penting dan dilakukan sesuai rekomendasi Kementerian Dalam Negeri serta hasil konsultasi dengan DPRD dan Pemerintah Provinsi NTT Rapat juga menyetujui tambahan penyertaan modal dari sejumlah pemerintah daerah. Kabupaten Malaka menambah modal sebesar Rp.5.000 000 000.00, Kabupaten Alor Rp.3.000 000 000.00 dan Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp30.000.000.000.00, Selain penyertaan modal dalam bentuk uang, pemegang saham juga menyepakati penggunaan aset non-tunai seperti tanah sebagai bagian dari penyertaan modal kepada Bank NTT. Gubernur Melky juga menyampaikan bahwa KUR Rp.350.000.000.000.00, Mulai Disalurkan awal Juni 2026 dan pada kesempatan itu, manajemen Bank NTT mengumumkan kesiapan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total plafon Rp.350.000.000.000.00. dari jumlah yang ditetapkan ini, Rp50. 000.000.000.00, dialokasikan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT, sementara Rp.300.000.000.000.00, diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Manajemen menargetkan penyaluran KUR mulai berjalan pada awal Juni 2026 setelah proses integrasi sistem dengan Kementerian Keuangan selesai dilakukan. ”Semua persiapan sudah selesai. Tinggal koneksi sistem dengan Kementerian Keuangan. Kami optimistis awal Juni sudah bisa berjalan,” ujar Kepala Bank NTT Charlie Paulus.



Bank NTT sebelumnya tidak lagi menyalurkan KUR sejak 2019 sehingga proses registrasi dan integrasi sistem harus dilakukan kembali sebelum program tersebut diaktifkan. Para pemegang saham berharap berbagai keputusan dalam RUPS dan RUPS LB kali ini dapat memperkuat kinerja Bank NTT sekaligus meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi dan pelayanan masyarakat di NTT.

Direktur Utama Bank NTT, Paulus Charlie, menjelaskan bahwa pembagian dividen tetap dilakukan meskipun capaian laba perusahaan berada sedikit di bawah target yang ditetapkan sebelumnya. Namun demikian, kondisi keuangan bank dinilai masih cukup kuat dengan dukungan cadangan modal yang memadai. 

“Kita bagi sama seperti tahun lalu, sekitar Rp151 miliar kepada seluruh pemegang saham. Memang laba kita sedikit di bawah target, tetapi kita masih memiliki cadangan modal sekitar Rp49 miliar,” ujarnya kepada wartawan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2026.

Ia menambahkan, proses penyaluran dividen saat ini tinggal menunggu penyelesaian teknis, terutama koneksi sistem dengan Kementerian Keuangan. Pihaknya menargetkan seluruh proses dapat rampung dalam waktu dekat.

“Mungkin akhir bulan ini kita sudah ready. Semua sudah siap, tinggal koneksi dengan Departemen Keuangan,” jelasnya. 

Selain pembagian dividen, Bank NTT juga terus memperkuat komitmen dalam penyaluran kredit produktif, khususnya bagi pelaku usaha kecil. Hal ini dilakukan sebagai langkah menghindari risiko kredit macet yang pernah menjadi pengalaman sebelumnya.

Menurut Paulus, kredit yang disalurkan difokuskan pada sektor produktif seperti pertanian, peternakan, hingga usaha produksi lainnya. Skema pembiayaan pun disesuaikan, mulai dari kredit hingga Rp100 juta untuk mendukung pelaku usaha yang benar-benar menjalankan usaha produktif.

Rocky Winaryo, S.H., M.H
(Wakil Bupati Alor)

Media ini juga berjumpa dengan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H terkait penyertaan modal Kabupaten Alor pada PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Perseroda). Pada Perubahan status menjadi Perseroda dilakukan untuk memperkuat kendali daerah, memperkuat peran dalam mengelola dana pemerintah, serta mendorong ekonomi lokal di Nusa Tenggara Timur tumbuh secara merata dan adil. Rocky Winaryo mengatakan,

"Keikutsertaan Kabupaten Alor dalam penyertaan modal 3 milliar kali ini guna memperkuat kapasitas dan Multy peran kedepan agar PT.Bank NTT (Perseroda) lebih baik lagi di dalam perannya membangun daerah terutama kabupaten Alor kedepan, termasuk program KUR ini akan berdampak bagi penguatan kapasitas UMKM terutama Mikro dan sebagai penggerak ekonomi tentu perlu kita apresiasi dan dukung PT. Bank NTT (Perseroda)", Jelas wabup Rocky.

Ketika ditanyakan soal upaya kabupaten Alor kedepan terkait Usaha Mikro kerajinan bambu di Kabupaten Alor yang memiliki  varietas beragam dan berkualitas (terbaik di NTT), Wabup Rocky Winaryo menyampaikan bahwa selama ini sudah berjalan usaha produktif kelompok mikro dan ini masanya melakukan upaya - upaya pengembangan baik perluasan, pelestarian maupun kerajinannya bambu yang lebih beragam dan tentu diharapkan nantinya berdampak luas bagi masyarakat Alor. Wabup Alor Rocky Winaryo mengajak seluruh masyarakat terutama masyarakat Kabupaten Alor untuk mendukung transformasi Bank NTT sebagai Perseroda kedepan dalam rangka mengoptimalkan perannya membangun NTT bagi kesejahteraan masyarakat Daerah ini***

Siaran pers ini dipublikasikan oleh Gl🌏baltwo indo🇮🇩media.#AyoBangunNTT.  *Vhe5eryputlynd*doc.glbltw.III.mei2026***

IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA

IBU KOTA NUSANTARA









NUSA TENGGARA TIMUR

NUSA TENGGARA TIMUR

KALABAHI ALOR-NTT

Lanjut:
Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya




KOTA KUPANG DENGAN ICON: BUNGA SEPE

*MOBIL LISTRIK MASUK KOTA KUPANG*















Iklan

Iklan