Ekonomi NTT Menurut Besaran Produk PDRB Atas Dasar Harga Per-Triwulan Pertama 2026 Mencapai Rp. 37,88 Triliun
Perekonomian NTT berdasar Besaran Produk PDRB atas dasar harga per Triwulan I-2026 mencapai Rp 37,88 triliun sebagaimana pada press Realis BPS NTT, 5 Mei 2026: s.bps.go.id/rilisbpsntt. Ikuti Materi rilis hari adalah:
1. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2026
2. Ketenagakerjaan Februari 2026
3. Indeks Ketimpangan Gender 2025
4. Hasil survei penduduk antar sensus (SUPAS) 2025. Bahan press release dapat diunduh melalui: ntt.bps.go.id/pressrelease.
1. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2026
Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT)berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan I-2026 mencapai Rp 37,88 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 20,42 triliun.
Ekonomi NTT Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 (y-on-y). Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 26,22 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 19,92 persen.
Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi NTT pada Triwulan I-2026 mengalami kontraksi sebesar 4,97 persen. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada lapangan usaha konstruksi yang mengalami kontraksi sebesar 19,34 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi terdalam yaitu kontraksi sebesar 45,29 persen.
Struktur Ekonomi NTT pada Triwulan I-2026 masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 28,34 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yaitu sebesar 64,43 persen.
2. Ketenagakerjaan Februari 2026
Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional pada Februari 2026 sebanyak 3,18 juta orang, bertambah 0,10 juta orang dibanding Februari 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 76,94 persen, naik sebesar 1,13 persen poin dibanding Februari 2025. Penduduk bekerja pada Februari 2026 sebanyak 3,08 juta orang, meningkat 0,10 juta orang dibandingkan Februari 2025. Lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yaitu 1,57 juta orang atau sebesar 51,13 persen.
3. Indeks Ketimpangan Gender 2025
* Rata-rata tahunan laju pertumbuhan penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur selama lima tahun terakhir sebesar 1,60 persen dengan rasio ketergantungan sebesar 54,92.
*Angka Kelahiran Total (TFR) sebesar 2,72 menunjukkan fertilitas di atas Replacement Level, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan penduduk masih berlangsung dan struktur umur penduduk relatif masih muda
* Angka Kematian Bayi (IMR) terus menurun mencapai 22,2.
4. Hasil survei penduduk antar sensus (SUPAS)
*Rata-rata tahunan laju pertumbuhan penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur:
*selama lima tahun terakhir sebesar 1,60 persen dengan rasio ketergantungan:
* sebesar 54,92
*Angka Kelahiran Total (TFR) sebesar 2,72 menunjukkan fertilitas di atas.
*Replacement Level, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan penduduk masih berlangsung dan struktur umur penduduk relatif masih muda.
*Angka Kematian Bayi (IMR) terus menurun mencapai 22,21.
*Sebagian besar kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki angka migrasi risen neto yang positif sementara migrasi risen neto Kota Kupang bernilai:
* negatif (-8,21).
*Provinsi Nusa Tenggara Timur belum berada pada fase ageing population dengan persentase penduduk lanjut usia sebesar 9,94 persen.
1. Perkembangan Indeks Harga Konsumen
Pada April 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 2,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,89. Inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 3,49 persen dengan IHK sebesar 112,91 dan Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Ngada sebesar 2,03 persen dengan IHK sebesar 110,38.
Inflasi y-on-y April 2026 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 dari 11 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,36 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,06 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,42 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,68 persen; kelompok transportasi sebesar 3,45 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,77 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,52 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,18 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,39 persen. Sementara, kelompok yang mengalami penurunan indeks harga, yaitu kelompok pedidikan sebesar 2,25 persen pada April 2026.
Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,43 persen pada April 2026. Dan terjadi inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,79 persen pada April 2026.
2.Perkembangan Nilai Tukar Petani NTT, April 2026.
Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib), yang digunakan untuk mengukur kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Selain itu, NTP juga mencerminkan daya tukar (terms of trade) antara produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
Perhitungan NTP April 2026 menggunakan tahun dasar 2018 (2018=100) dan mencakup lima subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan. Pada April 2026, NTP Provinsi Nusa Tenggara Timur tercatat sebesar 99,41 atau turun 0,86 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 100,27. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya It sebesar 0,49 persen, sementara Ib meningkat sebesar 0,37 persen.
Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga tercatat sebesar 104,17 atau turun 0,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
3. Perkembangan Export Dan Import
Nilai Ekspor Nusa Tenggara Timur Januari–Maret 2026 mencapai US$ 14,18 juta atau turun 20,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Ekspor non migas pada periode Januari–Maret 2026 yang mencapai US$ 13,43 juta, turun sebesar 22,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Nilai ekspor Nusa Tenggara Timur bulan Maret 2026 mencapai US$ 4,46 juta atau turun 22,14 persen dibanding Maret 2025. Ekspor non migas Maret 2026 mencapai US$ 4,1 juta, turun 25,99 persen dibandingkan Maret 2025.
Impor Nusa Tenggara Timur Januari–Maret 2026 mencapai US$ 1,24 juta dengan total volume mencapai 3.395,45 ton. Nilai ini turun 41,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Nilai impor Nusa Tenggara Timur Maret 2026 sebesar US$ 0,53 juta, turun 69,42 persen dibandingkan Maret 2025.
3. Perkembangan Pariwisata
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk utama pada Maret 2026 mencapai 23.065 kunjungan, naik 24,92 persen (y-on-y).
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju Provinsi NTT pada Maret 2026 mencapai 867.965 perjalanan, naik 13,39 persen (y-on-y).
Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Maret 2026 mencapai 7.230 perjalanan, naik 29,06 persen (y-on-y).
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Maret 2026 mencapai 33,29 persen, naik 23,20 persen (y-on-y).
4. Perkembangan Transportasi
Jumlah penerbangan angkutan udara pada Maret 2026 naik 25,45 persen jika dibandingkan dengan Februari 2026 dan naik 46,59 persen jika dibandingkan dengan Maret 2025.
Jumlah penerbangan angkutan udara pada Maret 2026 sebanyak 3.184 penerbangan, jumlah tersebut terbagi menjadi 1.593 penerbangan berangkat dan 1.591 penerbangan datang.
Bandara dengan andil penerbangan terbesar adalah Bandara Eltari, Kupang dengan total andil sebesar 36,87 persen, diikuti oleh Bandara Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat dengan total andil 23,93 persen.
Pada Maret 2026, jumlah penumpang angkutan udara sebanyak 223.302 orang. Jumlah tersebut naik 38,10 persen jika dibandingkan Februari 2026 dan naik 33,40 persen jika dibandingkan dengan jumlah penumpang angkutan udara Maret 2025.
Jumlah pelayaran angkutan laut pada Maret 2026 sebanyak 5.640 pelayaran, naik 25,72 persen jika dibandingkan dengan Februari 2026 dan naik 16,67 persen jika dibandingkan dengan Maret 2025.
Pada Maret 2026, jumlah penumpang angkutan laut tercatat sebanyak 431.469 orang. Jumlah tersebut naik 18,65 persen jika dibandingkan dengan jumlah penumpang angkutan laut Februari 2026 dan turun 37,68 persen jika dibandingkan dengan jumlah penumpang angkutan laut Maret 2025.
Jumlah penumpang angkutan laut terbagi menjadi penumpang turun (213.048 orang) dan penumpang naik (218.421 orang).
BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur: Untuk layanan konsultasi data silahkan hubungi kami melalui 082247291975 (whatsapp only) atau melalui email pst5300@bps.go.id
Anda merasa pelayanan kami kurang optimal? Laporkan pengaduan anda disini. Anda hobi menulis? Submit Karya Ilmiahmu di Jurnal Statistika Terapan (JSTAR) BPS Provinsi NTT melalui tautan jstar.id
Siaran pers ini dipublikasikan atas kerjasama Biro Humas BPS NTT dengan Gl🌏baltwo indo🇮🇩media.#AyoBangunNTT. *Vhe5eryputlynd.doc.glbltw.Apr2026.
IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA
IBU KOTA NUSANTARA
NUSA TENGGARA TIMUR
NUSA TENGGARA TIMUR
KALABAHI ALOR-NTT
Lanjut: Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya