Kupang, 26 Mei 2026
Gubernur Melki Laka Lena: BUMD Harus Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan tidak hanya bergantung pada penyertaan modal pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki Laka Lena selaku pemegang saham pengendali saat melantik Dewan Komisaris dan jajaran Direksi PT Flobamor, PT Kawasan Industri Bolok, serta Direktur Kepatuhan Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Selasa (26/5/2026) sore.
“BUMD tidak boleh hanya menjadi badan usaha yang hidup dari penyertaan modal daerah. BUMD harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah. Ia memiliki peran yang sangat vital bagi daerah. Selain sebagai motor penggerak perekonomian daerah, BUMD juga menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah,” tegas Melki.
Pelantikan tersebut meliputi Dewan Komisaris PT Flobamor (Perseroda) dan PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda) masa bakti 2026–2030, Direksi PT Flobamor (Perseroda) dan PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda) masa bakti 2026–2031, serta Direktur Kepatuhan BPD NTT masa bakti 2026–2031.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa jabatan yang diberikan harus dimaknai sebagai amanah besar untuk membenahi dan membawa BUMD menjadi lebih sehat, profesional, produktif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Jabatan ini adalah ruang pengabdian, ruang pembuktian integritas, ruang kerja profesional, dan ruang untuk menjawab harapan besar masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda), Gubernur Melki Laka Lena menaruh harapan besar agar kawasan industri tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTT.
Menurutnya, PT Kawasan Industri Bolok tidak boleh sekadar dikenal sebagai kawasan dengan aset dan lahan semata, tetapi harus berkembang menjadi pusat investasi, aktivitas logistik, hilirisasi potensi lokal, serta penyerapan tenaga kerja.
“Kita ingin Kawasan Industri Bolok hidup. Ada aktivitas industri, investasi masuk, tenaga kerja lokal terserap, ada kemitraan dengan UMKM, dan terjadi pergerakan barang, jasa, teknologi, serta nilai tambah ekonomi,” kata Melki.
Ia meminta jajaran pengurus baru segera melakukan konsolidasi internal, pemetaan aset secara akurat, penyusunan rencana bisnis yang realistis namun progresif, serta membangun komunikasi aktif dengan calon investor.
“Pastikan setiap aset daerah dikelola secara produktif dan tidak menjadi beban,” tegasnya.
Politisi Golkar ini juga menekankan bahwa Kawasan Industri Bolok harus menjadi simbol transformasi ekonomi NTT, yakni ekonomi yang bergerak dari potensi menuju produksi, dari produksi menuju pasar, hingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT Flobamor (Perseroda), Melki menegaskan pentingnya profesionalisme dan kemampuan membaca peluang usaha di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Ia menyebut PT Flobamor memiliki peluang besar untuk berkembang di berbagai sektor strategis seperti perdagangan, jasa, distribusi, pangan, transportasi, peternakan, energi, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Namun demikian, menurutnya, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila perusahaan memiliki strategi bisnis yang kuat, disiplin, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Kepada Direktur Kepatuhan BPD NTT yang baru dilantik, Melki Laka Lena menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi utama industri perbankan.
“Dalam dunia perbankan, kepercayaan adalah modal utama. Fungsi kepatuhan bukan fungsi pelengkap, tetapi jantung dari kehati-hatian, integritas, dan keberlanjutan lembaga keuangan,” tegas Melki.
Ia menambahkan, Direktur Kepatuhan harus memastikan seluruh proses bisnis perbankan berjalan sesuai regulasi, prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, tata kelola yang baik, dan standar etika perbankan.
Menurutnya, modernisasi dan digitalisasi perbankan harus berjalan seiring dengan penguatan integritas dan manajemen risiko.
“BPD NTT harus semakin modern, semakin digital, semakin inklusif, dan semakin dipercaya masyarakat. Tetapi inovasi harus berjalan bersama kepatuhan, ekspansi harus berjalan bersama manajemen risiko, dan pertumbuhan harus berjalan bersama integritas,” katanya.
Adapun pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut yakni:
1. Revi Adiana Silawati — Direktur Kepatuhan BPD NTT
2. Fredrik Lukas Benu — Komisaris Independen PT Kawasan Industri Bolok
3. Daniel Tonu — Komisaris Independen PT Kawasan Industri Bolok
4. Rusyanto Nehemia Constatin Hiskia — Direktur Utama PT Kawasan Industri Bolok
5. Kretisana Jagi — Direktur Keuangan dan Operasional PT Kawasan Industri Bolok
6. Grace Lusiana Beeh — Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok
7. Semuel Halundaka — Komisaris Independen PT Flobamor
8. Sonny Supersemar Pellokila — Komisaris Independen PT Flobamor
9. Dominggus Elcid Li — Direktur Utama PT Flobamor
10. Maxi Julians Rihi Dara — Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor
11. Leonardo Adiyanto Waleng — Direktur Pengembangan PT Flobamor
12. Fransiskus Kasmir Nuryadin Bata — Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor
13. Yose Rizal — Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flori Rita Wuisan, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, serta insan pers.
Siaran pers ini dipublikasikan atas kerjasama Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov.NTT dengan Gl🌏baltwo indo🇮🇩media.#AyoBangunNTT. *Vhe5eryputlynd*biroAPsetda.ntt.(BS,NH,AH).
IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA
![]() |
| Lanjut: Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya |















































