Kupang, 20 Mei 2026
Purnomo Yusgiantoro Foundation Center Adakan Workshop - FGD Ketahanan Energy Dan Reformasi Subsidi Di Kupang
Ketahanan Energy dan Reformasi Subsidi adalah merupakan hal urgensi dan pilihan pertama dan utama dalam mewujudkan kemerdekaan, keadilan serta pemerataan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia; Perjuangan kearah dimaksud adalah perjuangan bermartabat dan mulia.
Reformasi subsidi energi menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan energi dan stabilitas fiskal negara. Berbagai kajian kebijakan menyoroti pentingnya pergeseran dari subsidi berbasis komoditas (harga barang dibuat murah) menjadi subsidi langsung (bantuan uang tunai) kepada masyarakat yang berhak.
Kerangka reformasi subsidi energi:
1.Masalah Subsidi Berbasis Komoditas
*Salah Sasaran: Subsidi harga pada BBM atau LPG dinikmati lebih banyak oleh rumah tangga mampu dibandingkan masyarakat miskin.
*Beban Fiskal: Menyedot anggaran besar yang seharusnya dapat dialokasikan untuk sektor lebih produktif seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur energi terbarukan.
* Pemborosan: Mendorong perilaku konsumtif dan boros energi karena harga yang tercipta di pasar berada di bawah biaya ekonomi sebenarnya.
2. Arah Reformasi Subsidi
*Subsidi Tepat Sasaran: Peralihan dari subsidi berbasis komoditas menjadi subsidi langsung kepada orang atau rumah tangga rentan (misalnya melalui Kartu Keluarga Sejahtera).
*Keakuratan Data: Pemanfaatan basis data terpadu (seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial/DTKS yang terus dimutakhirkan oleh Kementerian Sosial) untuk memverifikasi penerima manfaat agar tidak terjadi kebocoran.
*Fleksibilitas Fiskal: Pengurangan beban belanja subsidi memungkinkan pemerintah mengalihkan dana untuk mengakselerasi transisi energi (pengembangan energi baru terbarukan) dan menjamin pasokan energi masa depan.
3. Dampak terhadap Ketahanan Energi
* Stabilisasi Ekonomi: Daya beli masyarakat miskin tetap terlindungi dari lonjakan harga, sementara harga energi secara bertahap disesuaikan dengan biaya riil untuk mendorong penghematan.
* Kemandirian Energi: Dana yang direalokasi dari subsidi fosil dapat mempercepat program diversifikasi energi, sehingga negara tidak bergantung pada satu jenis bahan bakar impor.
Kajian Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) mengenai "Ketahanan Energi dan Reformasi Subsidi" menyoroti perlunya pengalihan subsidi energi fosil yang tidak tepat sasaran menjadi insentif transisi energi. PYC memetakan bahwa reformasi ini krusial untuk menekan beban fiskal negara, sekaligus mendorong ekonomi berkelanjutan yang berkeadilan sosial bagi masyarakat.
Poin Utama Ulasan PYC Terkait Ketahanan Energi.
* Tujuh Pilar Reformasi: PYC memetakan tujuh pilar tantangan utama yang menjadi landasan strategis untuk memperbaiki sektor energi nasional dan mendukung transisi menuju energi baru terbarukan.
*Transisi Energi Berkelanjutan: Purnomo Yusgiantoro menekankan bahwa percepatan bauran energi bersih adalah kunci jangka panjang untuk melepaskan ketergantungan pada energi fosil impor dan menjaga stabilitas geopolitik.
*Sosialisasi Daerah: PYC secara aktif menyelenggarakan diseminasi dan lokakarya, termasuk workshop dan FGD di berbagai daerah (seperti di Kupang NTT) yang didukung oleh Ford Foundation. Hal ini bertujuan untuk memastikan kebijakan reformasi subsidi dipahami dan diterapkan secara inklusif hingga ke tingkat akar rumput.
Dampak dan Implementasi:
Dengan posisi pendirinya (Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro) yang berperan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, rekomendasi kebijakan dari PYC sangat memengaruhi arah peta jalan (roadmap) transisi energi dan penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran di tingkat nasional.
Workshop Dan Forum Grup Diskusi yang dilaksanakan di Ball room hotel Aston Kupang pada Rabu 20 Mei 2026 (08.00-0400 witta) oleh Purnomo Yusgiantoro Foundation Center serta didukung oleh Ford Foundation berjalan penuh dinamika dan Sukses.
Workshop dan FGD ini diikuti kurang lebih perutusan 200 peserta antara lain berasal dari kalangan OPD lingkup provinsi dan daerah se-NTT, Kaum Akademisi Mahasiswa maupun Dosen, Dunia Usaha, LSM, Para pegiat Energy, Para Pemikir, Perutusan Masyarakat juga Awak Media. Pelaksanaan Workshop dan FGD dari Purnomo Yusgiantoro Foundation Center yang didukung oleh Ford Foundation sehari penuh ini berjalan di bawah tagline "Ketahanan Energy Dan Reformasi Subsidi" Dalam rangka meningkatkan efektifitas kelembagaan dan kebijakan subsidi di Indonesia untuk energy transisi berkeadilan serta mendorong partisipasi dan akses masyarakat terhadap pemanfaatan energy.
Kegiatan ini adalah gawai bersama Purnomo Yusgiantoro Foundation Center , Ford Foundation dengan Provinsi NTT melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipimpin oleh Bapak Viktor Manek, S.Sos., M.Si. Beliau resmi dilantik untuk memimpin dinas tersebut pada Maret 2026.
Workshop - FGD Ketahanan Energy Dan Reformasi Subsidi Di Kupang oleh Purnomo Yusgiantoro Foundation yang didukung oleh Ford Foundation menghadirkan pemateri:
1. Ibu Massita Ayu Cindy, Koordinator Dept. Penelitian Cluster Ketahanan Energi, The Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)
2. Bapak Ahmad Wardhana, Peneliti Senior Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada
3. Bapak Aldi Martino Hutagalung, Koordinator Pengelolaan Bahan Menteri dan Wakil Menteri, Kementerian ESDM.
4. Bapak Viktorius Manek Kepala Dinas ESDM Nusa Tenggara Timur.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT Bapak Viktor Manek, S.Sos., M.Si. Yang resmi dilantik dan bekerja sejak Maret 2026 sebagai pimpinan instansi yang mengelola sektor pertambangan dan energi di wilayah Nusa Tenggara Timur kepada media ini menyampaikan Apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas pelaksanaan Workshop dan FGD dari Purnomo Yusgiantoro Foundation Center yang didukung oleh Ford Foundation. Kadis ESDM NTT Viktor Manek mengatakan NTT memiliki semua potensi energy baru Terbaharukan: " Kita memiliki banyak energy baru terbaharukan yang cukup banyak dan luarbiasa tetapi belum dimaksimalkan, boro boro pemanfaatan, pengelolaan saja belum; Momentum hari ini baik sekali untuk kita diskusikan agar bagaimana potensi yang ada ini dapat dikelola dengan baik, optimal dan bermanfaat dan menjadi multiplier effect bagi masyarakat NTT", Jelas Viktor Manek.
Selanjutnya dikatakan Apa yang didiskusikan disini ada dalam draf perencanaan energy daerah mudah mudahan diskusi ini dapat menghasilkan apa yang namanya ketahanan Energi menuju kemandirian energi. Multy potensi energy baru terbaharukan yang dimiliki oleh daerah NTT jika kita kembangkan sinergisitas dan kolaborasi yang baik serta melibatkan semua komponen masyarakat yang ada akan menjadi kekuatan besar bagi upaya - upaya pembangunan dalam mencapai ketahanan energi serta kemandirian energi di daerah ini. Terkait Reformasi Subsidi, Kadis Viktor Manek menegaskan Elpiji, Minyak tanah di daerah NTT mempunyai harga yang jauh melebihi harga subsidi bahkan seolah-olah harga Elpiji dan Minyak Tanah di NTT tanpa subsidi jika hal ini terus berlanjut maka lebih baik subsidi dihilangkan sehingga besaran APBN yang ada dapat diberikan ke NTT dalam bentuk yang lain atau seperti penguatan kapasitas dan kerja kerja kolaboratif terkait energy baru terbaharukan. Menurutnya di NTT ada 23 titik potensi energi baru terbaharukan dan dewasa ini baru 6 yang dikelola yakni tahap eksplorasi 4 titik, yang beroperasi dan produksi baru 2 titik jadi kita masih memiliki 21 titik yang belum terjamah ini potensi besar kita; Jika potensi kita ini secara berkelanjutan dikelola dengan baik maka bukan saja kita mencapai ketahanan energi tetapi juga kemandirian bisa saja kita mengekspor energy ke daerah dan negara tetangga misalnya Negara Timor Leste, demikian Viktor Manek;
Nusa Tenggara Timur (NTT) memang memiliki multipotensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat melimpah, meliputi tenaga surya (matahari), panas bumi (geothermal), tenaga angin (bayu), hidro (air), hingga biomassa. Potensi ini menjadi motor penggerak transisi energi wilayah kepulauan.
Berikut adalah rincian multipotensi EBT yang dimiliki NTT:
Energi Surya: Menjadi salah satu yang paling menjanjikan karena intensitas sinar matahari yang tinggi. Potensi tenaga surya di NTT mencapai angka gigawatt (GW), seperti yang ditemukan di Pulau Timor yang potensinya bahkan menyentuh kisaran puluhan GW.
Panas Bumi (Geothermal): Tersebar di 24 lokasi di seluruh Flores, Lembata, Pantar, Alor, hingga Timor dengan total kapasitas mencapai ratusan megawatt (MW). Flores bahkan dicanangkan menjadi pulau geothermal.
Energi Air (Hidro & Minihidro): Memiliki potensi besar dari aliran sungai yang mencapai ratusan megawatt, tersebar di berbagai wilayah yang mendukung pasokan energi wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Energi Angin (Bayu): Didukung oleh kecepatan angin yang tinggi, terutama di pesisir Pulau Sumba dan Pulau Timor, menjadikannya lokasi ideal untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Biomassa & Energi Laut: Sumber daya organik dan kondisi kepulauan NTT juga membuka peluang pemanfaatan biomassa serta potensi energi laut.
Dalam kegiatan Workshop dan FGD Purnomo Yusgiantoro Foundation Center dan dibantu oleh Ford Foundation pantauan media ini diskusi berjalan penuh dinamika hingga clossing acara bahkan melahirkan sejumlah rekomendasi penting untuk ditindaklanjuti segera dan yang pasti akan sampai ke meja Presiden RI; Harapannya kiranya NTT di era desentralisasi daerah dewasa ini juga diikuti kedepan terkait desentralisasi energi.
Sejumlah peserta yang telah terlibat langsung, beraperan aktif juga diberikan apresiasi oleh Purnomo Yusgiantoro Foundation Center sebuah buku berjudul "Energi Baru Terbaharukan Indonesia" Penulis Filda Citra Yusgiantoro,ST.,M.B.M.,M.B.A.,Ph.D yang diterbitkan cetakan pertama 1 Desember 2025; Buku yang mengulas tuntas energy baru terbaharukan di sektor sektor strategis serta tantangan dalam pengembangan EBT dari perspektif Teknology, Ekonomi, Sosial dan Geopolitik serta percepatan pengembangan EBT ke depan. Media ini termasuk yang mendapatkan apresiasi buku berharga bagai mendapatkan Sejuta Mutiara disiang hari guna bersama membangun NTT melalui energi baru terbaharukan bagi kesejahteraan masyarakat di provinsi NTT;
Terimakasih untuk Purnomo Yusgiantoro Foundation Center.***
Siaran pers ini dipublikasikan oleh Gl🌏baltwo indo🇮🇩media.#AyoBangunNTT. *Vhe5eryputlynd*doc.glbltwmei2026***
IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA
![]() |
| Lanjut: Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya |










































