Rakerda Hipmi NTT Di Hari Buruh Nasional; Apa Kata Mereka ?


Kupang, 1 Mei 2026

Rakerda Hipmi NTT Bertepatan Di Hari Buruh Nasional; Apa Kata Mereka ?

HIPMI NTT di bulan Mei 2026 berada dalam fase aktif konsolidasi dan peningkatan kontribusi nyata terhadap ekonomi daerah, ditandai dengan fokus pada pemberdayaan UMKM, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas pengusaha muda di wilayah tersebut. Adapun agenda strategi 2026: HIPMI NTT yakni menggelar rangkaian Rakerda, Diklatda (Pendidikan dan Latihan Daerah), dan Forbisda (Forum Bisnis Daerah) untuk memperkuat jejaring dan kualitas anggota persis di hari Buruh Nasional. Kini Fokus perjuangan Hipmi NTT pada pengusaha lokal: HIPMI NTT aktif menggelar kegiatan seperti Culinary Festival (1-3 Mei 2026) di Kupang sebagai ajang promosi UMKM lokal.

Arah Baru: Di bawah kepemimpinan yang progresif, organisasi berupaya tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga hadir memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan berani berinovasi selain itu bersinergi dengan pemerintah daerah serta mitra strategis lainnya mengawal kebijakan dan program - program dalam mewujudkan pembangunan ekonomi, terutama dalam memfasilitasi pengusaha muda. Selain itu HIPMI mengajak mahasiswa dan pemuda untuk berani berwirausaha, bukan sekadar menjadi ASN. Melalui inisiatif ini, HIPMI NTT berusaha menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan tangguh dalam menghadapi tantangan global di daerah, pada saat Hari Buruh Nasional tahun 2026 sejumlah pengusaha muda NTT memberikan ide dan gagasan cerdas dan terukur Bersinergy dan berkolaborasi guna kemajuan daerah NTT. Pada Peringatan Hari Buruh atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei sebagai momentum global untuk menghormati perjuangan pekerja serta memperjuangkan hak-hak dasar, seperti upah layak dan jam kerja manusiawi. Di Indonesia, peringatan ini resmi menjadi hari libur nasional sejak 2014.

Dalam wawancara bersama wartawan, pada Jumat (1/5/2026), di Hotel Harper Kupang, Anggota DPRD Kota Kupang, Muhammad Ikhsan Darwis, menegaskan komitmen lembaganya dalam memperjuangkan kepentingan pekerja, khususnya masyarakat kecil di daerah NTT.

Menurut Anggota DPRD Kota Kupang, kebijakan ketenagakerjaan, termasuk sistem outsourcing, harus dikaji berdasarkan aturan yang berlaku. Ia menilai keberadaan sistem tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan lapangan kerja, sehingga perlu pengawasan dan kebijakan yang berpihak pada buruh. DPRD, lanjutnya, juga mendorong pengusaha untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pembinaan. "Pengusaha diharapkan tidak hanya mempekerjakan, tetapi juga membimbing pekerja agar kemampuan mereka berkembang,” ujarnya. Terkait upah buruh, Ikhsan menjelaskan bahwa pembayaran gaji mengacu pada ketentuan hukum dan kesepakatan kerja. Perusahaan dengan omzet tertentu diwajibkan membayar upah minimum, sementara usaha skala kecil masih dimungkinkan menggunakan sistem kesepakatan bersama. Ia juga membuka ruang pengaduan bagi pekerja yang mengalami pelanggaran hak. DPRD, kata dia, akan menindaklanjuti laporan dengan berkoordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja dan memanggil pihak terkait melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).  “Jika aduan tidak ditindaklanjuti oleh dinas, masyarakat bisa langsung melapor ke DPRD. Kami akan panggil dan cari solusi bersama,” tegasnya. 

Mengenai jam kerja dan lembur, Ikhsan menekankan pentingnya kesepakatan kerja yang adil, sekaligus mendorong pengusaha untuk memperlakukan pekerja secara manusiawi dengan memberikan upah dan fasilitas yang layak.

Sementara itu, Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Provinsi NTT, Chandra Sentosa, menyoroti tantangan yang dihadapi pengusaha dalam memenuhi hak pekerja. Ia menyebut kondisi ekonomi yang belum stabil menjadi kendala utama. Pengusaha, kata dia, berharap adanya kebijakan pemerintah yang lebih mendukung operasional usaha. Chandra Sentosa menambahkan, sistem outsourcing tidak mudah dijalankan karena sangat bergantung pada pertumbuhan bisnis. Ia mendorong pemerintah untuk menghadirkan skema subsidi bagi pekerja, seperti bantuan transportasi atau kebutuhan dasar lainnya. "Keuntungan usaha saat ini semakin tipis. Akan sulit jika seluruh beban ditanggung pengusaha tanpa dukungan pemerintah,” ujarnya. Di Hari Buruh, ia menekankan pentingnya sinergi antara pekerja dan pengusaha. Menurutnya, kemajuan usaha akan berdampak langsung pada kesejahteraan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Ia juga mendorong dialog terbuka antara kedua pihak. “Hubungan pengusaha dan pekerja harus dibangun melalui komunikasi yang baik agar setiap persoalan bisa diselesaikan bersama,” tutup Chandra Sentosa.

Siaran pers ini dipublikasikan oleh Gl🌏baltwo indo🇮🇩media &TIM.#AyoBangunNTT.  *Vhe5eryputlynd*doc.glbltw.April2026(Tim).

IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA

IBU KOTA NUSANTARA









NUSA TENGGARA TIMUR

NUSA TENGGARA TIMUR

KALABAHI ALOR-NTT

Lanjut:
Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya




KOTA KUPANG DENGAN ICON: BUNGA SEPE

*MOBIL LISTRIK MASUK KOTA KUPANG*

















Iklan

Iklan