Gl🌏baltwo indo🇮🇩media/ijin share/kpg/21/6/2026
Kalunan, 21 Juni 2026
Kalunan Mataru Selatan Menuju Padailaka Bukti Cinta Wagub NTT Johny Asadoma Untuk Mataru Raya Alor
Perjalanan Yang Panjang , Heroik, penuh pergumulan,Multy dinamika maraton tetapi penuh cinta, itulah yang terjadi pada seorang Wakil gubernur NTT IrjenPol (P) Johny Asadoma,S.IK.,M.Hum dalam kunjungan kerja 5 hari penuh di Kabupaten Alor NTT. Usai turun dari Pesawat Wings ATR 72.600 dengan penerbangan dari Bandar Udara International Eltari KUPANG pada pukul 08.30, Minggu 31 Juni 2026 akhirnya tiba di Bandara Mali Alor pukul (09.39).
Sejumlah Pejabat Provinsi yang mengikuti perjalanan Kunker kali ini dan rombongan ke Mataru Selatan Alor NTT adalah:
Irjen Pol (P) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum (Wagub NTT, Henderina S. Laiskodat, SP,M.Si (Staf Ahli Gubernur bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi NTT); Alexon Lumba, SH, M.Hum (Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTT), Noldy H. Pellokila, S.Sos, M.M (Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT); Primus Petrus Kora (Walpri); Odji Ba'yk (Walpri); Ring Ling Lantakai (Staf TU Wagub); Ada Banunaek (Staf TU Wagub); Benharivo Jusuf (Staf TU wagub); Jekson Bano (Protokol Gubernur NTT); Imanuel Djenkari (Jurnalis Senior NTT). Perjalanan udara kali ini diikuti oleh Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H. dan Paulus Buche Brikmar pasalnya Wakil Bupati Alor akan melaksanakan tugas pemerintahan di luar daerah harus menunda oleh karena adanya kunker Wagub NTT di Mataru Alor dan pada saat yang sama berbarengan diatas Pesawat yang sama ada Ketua DPRD; Sungguh cerita penuh sejarah kala jumpa dalam kerja-kerja penuh pengabdian membangun daerah bagi kesejahteraan masyarakat di NTT. Setelah melewati perjalanan Pesawat Wings ATR 72.600 menembus kabut awan putih sejak take off dan menerpa angin kencang namun landing dengan selamat di Mali Alor, Setelah dijemput dengan penuh Kasih sayang oleh Sejumlah Pejabat Pemda Alor di Bandar Udara Mali Alor.
Sejenak melepas lelah dan dilayani Snack oleh Pemda Alor di VIP Bandar Mali Alor, Rombongan pun berangkat dengan 7 kendaraan beriringan menuju Kalunan - Padailaka Kecamatan Mataru. Perjalanan dengan jarak 38 Km dari Petleng Kalabahi Alor ditempuh kurang lebih 3 jam perjalanan darat. Kisah perjalanan historis, heroik dan spektakuler, pasalnya Wagub dan Rombongan berencana mengikuti Kebaktian Minggu pagi di GMIT Bethania Padailaka namun jalan yang berlubang sini sana pada setiap sisi jalan mendaki dan menurun terjal tajam menjadi masalah serius perjalanan kali ini. Sebelumnya Wagub Johny Asadoma dan rombongan menyinggahi Gereja GMIT Imanuel Mainang dan menyambangi anak-anak Sunday School (Sekolah Minggu), Setelah sedikit menyampaikan perkenalan diri dan misi perjalanan Kunker kali ini kepada anak-anak, para Majelis, Koster dan juga Pendeta Wagub Johny Asadoma pun memberikan hadiah kepada anak-anak.
Perjalanan pun dilanjutkan di dahului dengan mobil Patwal Polres Alor dan Mobil Pol PP Kab. Alor, setelah melewati Kampung Taman Mataru (pusat destinasi air terjun)- Bagalbui Rombonganpun tiba di Wilayah Jemaat Pintu Elok GMIT dan menyusur sungai tertua Kalunan yang tak berjembatan sepeninggalnya kompeni Belanda (Tempo dulu) dengan bersusah payah memanjat tanjakan rombongan tiba di Arangley (lokasi gua tulang belulang masa kerajaan Abui); Namun Bekas penembokan penahan jalan yang terkikis gelombang laut, Wagub dan Rombongan harus menghentikan kendaraan oleh karena tidak dapat dilalui; Wagub, Wakil Bupati, Dan Rombongan lainnya harus berjalan kaki 500 meter di jalan berbatu kerikil dan barulah di estafet dengan sejumlah kendaraan bermotor roda dua yang sudah disiapkan oleh Pemuda Gereja termasuk kendaraan roda dua Kapospol Kalunan Polsek Abad digunakan. Perjalanan 4 km melewati kampung Ulaga tak menyurutkan semangat dan niat penuh cinta untuk Mataru. Rombongan Tiba di depan Gereja Tertua pertama dan Injil Pertama masuk Pulau Alor (Padailaka - Dulolong -Padailaka -Alallau Airmama Pantar (Kisah perjalanan missi Injil Pertama di Pulau Alor NTT). Rombongan disambut dengan tarian Adat yang dilakukan oleh kelompok anak-anak Mataru dan salam jabat tangan oleh Masyarakat, Majelis Gereja dan Vikaris, Camat Mataru, Kepala Desa Mataru Selatan, Kapospol Kalunan, dan lainnya.
Setelah Vicaris menyampaikan Doa, dilanjutkan dengan Sambutan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H (yang adalah Putra Mataru) menyambut hangat kehadiran Wagub NTT dan Rombongan dan menggambarkan kondisi riil Mataru secara keseluruhannya serta Kalunan-Tukbur-Ulaga serta Padailaka dengan kondisi infrastruktur yang ada, Wabup Alor Rocky Winaryo pun memohon warga jemaat dan masyarakat untuk tetap semangat dan terus berdoa untuk kerja-kerja membangun daerah ini terkhusus menyampaikan salam hangat dari Bapak Bupati Alor Iskandar Lakamau, S.H., M.Si, yang masih dalam pemulihan dari sakit serta, mohon dukungan doanya, demikian semangat dan harapan Wabup untuk semua.
Setelah memutar slide film documenternya Wagub Johny Asadoma hingga posisi sekarang ini dan pesan-pesan pembangunan dan sejumlah program strategis kedepan di daerah 3T dan daerah perbatasan negara pada warga jemaat juga edukasi dan literasi kepada anak-anak dan generasi muda GMIT Wagub menyampaikan dukungan maksimal masyarakat guna memiliki dan menyampaikan data kongkrit serta membangun koordinasi serta komunikasi intens terkait gerak pembangunan di wilayah ini ke jenjang yang lebih tinggi guna kolaborasi dan synergi dan optimalisasi semua potensi yang dimiliki di daerah ini dalam mensejahterakan masyarakat dan untuk kemajuan daerah.
Setelah membuka sesi diskusi dimana sejumlah problem infrastruktur disampaikan oleh tokoh masyarakat Wagub NTT Johny Asadoma selanjutnya menerima dan mengaggendakannya antara lain untuk daerah 3T dan daerah batas Negara Mataru Selatan Kecamatan Mataru yakni:
1. Status Kapospol Kalunan Mataru Polsek ABAD dimohon berubah menjadi Polsek guna optimalisasi pelayanan kepada masyarakat
2. Perlu Adanya Tower Telkomsel Merah Putih di Padailaka ; Dan lahan pendirian tower telah tersedia.
3. Perlu adanya pembangunan jembatan Kalunan untuk menghubungkan akses pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan di daerah pesisir Mataru Selatan (Kalunan-Tukbur-Ulaga-Padailaka)
4. Perlu Adanya pembangunan jalan, Deker dan di pesisir pantai dengan reboisasi tanaman mangrove sebagai penahan abrasi juga jalan lingkar Mataru.
5. Perlu adanya pembangunan jaringan listrik untuk akses pendidikan, keagamaan, kesehatan dan akses ekonomi, akses komunikasi.
Sejumlah tokoh jemaat dan masyarakat, tokoh Pendidikan ketika diwawancarai oleh media ini antara lain: Nehemia Syukurkoli, Semuel Manimoy, Enos Agalakari menyampaikan pesan provetik bahwa daerah Alor ini mau Maju, Damai dan Bersejahtera maka kembalilah ke Asal yakni makan historis Api Injil, Injil Pertama, Gereja Pertama, Pendidikan Pertama, Pemerintahan Pertama lahirnya di kerajaan Abui dan pusat Istanah Kerajaan Abui ada Kalunan - Tukbur - Ulaga dan Padailaka, Kota Kecamatan Mataru tempoh dulu yang meletakan fondasi Pemerintahan, Pendidikan dan Keagamaan. Adapun yang disampaikan kepada media ini antara lain:
1. Perlu adanya pembangunan pelabuhan/Dermaga laut di sekitar Kalunan-Ulaga-Padailaka sebagai upaya pembangunan wisata bahari di pesisir pantai serta optimalisasi potensi laut yang kaya akan habitat bagi kemajuan daerah.
2. Diharapkan Pemerintah daerah dapat memperhatikan gaji, kesejahteraan dan masadepan Pegawai, guru dan perawat kesehatan P3K Paruh waktu di daerah untuk penguatan kapasitas serta kualitas kerja yang lebih berdampak Multy player efect.
Wagub Johny Asadoma juga memberikan bantuan paket sosial kepada warga jemaat.
Setelah menyampaikan Doa Penutup oleh satuan Majelis Jemaat dilanjutkan makan siang bersama dan setalah itu pemantauan lokasi Mesbah di Padailaka Dan Rombonganpun meninggalkan Padailaka.
Kendaraan Rombongan beriringan memanjat gunung hingga pertengahan puncak berhenti sejenak, Wagub NTT dan Wabup Alor dan rombongan menyinggahi Gereja GMIT Bet El Lemang (berdiri 17 Juni 1957 dan mandiri 8 April 2025. Setelah di Sambut satuan Majelis dan doa bersama oleh Pendeta dilanjutkan dengan Sambutan Wagub NTT Johny Asadoma;Wagub berharap warga jemaat tetap rukun, bersatu dalam membangun di gereja terutama membangun pendidikan generasi anak bangsa agar kelak dapat melanjutkan pembangunan gereja dan untuk kemuliaan nama Tuhan, Kepada anak-anak ditekankan untuk rajin berdoa, ikut gereja, rajin belajar, membaca dan menulis serta jangan malas.
Dalam rangka mendukung pembangunan pagar gereja Wakil gubernur Johny Asadoma memberikan bantuan kepada Pendeta dan Panitia dana sebesar Rp. 10.000.000., Setelah Pendeta berdoa penutup; Rombongan dilepas dengan cara Jemaat berdiri berjajar di sepanjang jalan hingga rombonganpun hilang di gelap malam dalam perjalanan menuju Simphony Hotel di Kalabahi***
Siaran pers ini dipublikasikan oleh Gl🌏baltwo indo🇮🇩media.#AyoBangunNTT. *Vhe5eryputlynd*doc.glbltw.VI.2026.@mi.
IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA
![]() |
| Lanjut: Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya |

































































