Gl🌏baltwo indo🇮🇩media/ijin share/kpg/20/7/2026
Pengamanan Ketat Dan Solusi Jangka Panjang Redam Konflik Adonara
Konflik Adonara tahun 2026 menyita perhatian publik oleh karena dalam peristiwa dimaksud pada 18/7 menelan korban dua orang meninggal dunia dan dua warga lainnya mengalami luka-luka.
Pemkab Flores Timur terus mencari pola penyelesaian yang lebih efektif dengan memperkuat sistem pencegahan, pengamanan, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong langkah pengamanan yang lebih ketat serta penyelesaian jangka panjang untuk meredam konflik antar kelompok warga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
Konflik yang dipicu sengketa tanah adat antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak kembali terjadi pada Sabtu (18/7/2026).
Bentrokan yang memakan korban dua orang meninggal dunia dan warga lainnya mengalami luka-luka itu kini telah menjadi kewenangan aparat keamanan dalam hal penyelesaian masalah selanjutnya.
Aparat keamanan bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur hingga kini terus berupaya mengendalikan situasi serta membuka ruang mediasi bagi kedua kelompok.
Saat ditemui wartawan di Kantor DPRD NTT, Senin (20/7/2026), Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan langkah utama yang dilakukan pemerintah saat ini adalah memastikan kondisi keamanan kembali stabil.
Menurut Melki Laka Lena, pengamanan menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal. Setelah situasi benar-benar kondusif, pemerintah akan mendorong penyelesaian yang lebih menyeluruh untuk mencegah konflik serupa kembali terjadi.
“Yang pertama kita pastikan kondisi di lapangan aman dan terkendali. Setelah itu kita dorong penyelesaian jangka panjang agar persoalan seperti ini tidak terus berulang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aparat kepolisian dan TNI saat ini terus melakukan pendekatan kepada kedua kelompok warga sebagai bagian dari upaya menciptakan perdamaian.
Menurut Melki Laka Lena, persoalan sengketa tanah di Adonara bukan merupakan masalah baru karena selama bertahun-tahun menjadi salah satu faktor yang memicu konflik antar kelompok masyarakat.
Melki Laka Lena mengatakan Pemerintah Kabupaten Flores Timur terus mencari pola penyelesaian yang lebih efektif dengan memperkuat sistem pencegahan, pengamanan, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Damai itu harus terus kita dorong. Semua pihak perlu terlibat untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak hanya berhenti pada penanganan saat konflik terjadi, tetapi juga menyelesaikan akar masalahnya,” ujarnya.
Ia menilai karakter persoalan tanah di Adonara membutuhkan pendekatan khusus yang mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, serta kearifan lokal masyarakat setempat.
Sementara itu, Anggota DPRD NTT Fraksi PKB Ana Kolin menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban dalam bentrokan tersebut. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Flores Timur memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang kembali terjadi di Adonara.
Menurut Ana, pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah cepat untuk meredam konflik. Sebagai putra daerah Adonara, Bupati Flores Timur dinilai memiliki pemahaman terhadap karakter masyarakat serta nilai-nilai kearifan lokal yang dapat menjadi dasar dalam mencari jalan damai.
“Pemerintah daerah harus segera turun ke lapangan dan mempertemukan pihak-pihak yang bertikai. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur dari kedua desa perlu dilibatkan dalam proses penyelesaian,” tandas Ana Kolin.
Ana menilai keterlibatan berbagai pihak penting agar akar persoalan dapat dipahami secara menyeluruh dan penyelesaian yang diambil benar-benar adil serta tidak menimbulkan persoalan baru.
Ia mengatakan hubungan persaudaraan antara masyarakat kedua desa harus dipulihkan melalui dialog dan sikap saling menahan diri.
“Pemerintah daerah harus hadir untuk membuka ruang dialog, karena persoalan ini tidak hanya menyangkut keamanan, tetapi juga menyangkut hubungan sosial dan persaudaraan masyarakat Adonara,” ujarnya.
Menurut Ana, konflik yang berlangsung berkepanjangan dapat berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari keamanan, aktivitas ekonomi, hingga hubungan sosial antar warga.
Karena itu, ia mendorong pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat segera membangun ruang komunikasi untuk mencari akar persoalan dan menghasilkan solusi yang mampu menjaga perdamaian serta mencegah konflik kembali terjadi***
Siaran pers ini dipublikasikan Oleh Gl🌏baltwo indo🇮🇩media.#Membangunnya. *Vhe5eryputlynd*dic.glbltw.VII.Juli2026.
IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA
![]() |
| Lanjut: Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya |





































