Gl🌏baltwo indo🇮🇩media/ijin share/kpg/2/9/2026.
BPS NTT kembali adakan jumpa Pers bagi awak media se-NTT dengan informasi per keadaan 1 Juli 2026 melalui channel youtube HUMAS BPS NTT atau melalui link berikut: s.bps.go.id/rilisbpsntt. pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 12.00 WITA. di Aula BPS Lantai 2 jalan R. Suprapto No. 5, Oebobo, Kota Kupang. Rilis BPS Provinsi NTT dilaksanakan secara online streaming setelah rilis BPS RI berlangsung. Materi rilis hari adalah:
1. Indeks Harga Konsumen/Inflasi Juni 2026
2. Nilai Tukar Petani Juni 2026
3. Ekspor Impor Mei 2026
4. Pariwisata Mei 2026
5. Transportasi Mei 2026 Bahan press release dapat diakses melalui NTT.bps.go.id
6. Lainnya
Media globaltwo menurunkan informasinya sebagai berikut:
Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026
Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 tercatat sebesar 101,29, naik 1,10 persen dibanding Juli 2026 yang sebesar 100,19. Kenaikan ini didorong oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,99 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,10 persen. Empat dari lima subsektor pertanian mengalami kenaikan NTP, yaitu Tanaman Perkebunan Rakyat (naik 2,05 persen), Perikanan (naik 1,00 persen), Tanaman Pangan (naik 1,05 persen), dan Peternakan (naik 0,06 persen). Sebaliknya, Subsektor Hortikultura mengalami penurunan NTP sebesar 0,26 persen akibat turunnya indeks harga pada kelompok sayur-sayuran dan buah-buahan. Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) turun 0,13 persen, terutama dipengaruhi turunnya harga bawang merah, sawi hijau, dan tomat sayur, meski tertahan oleh kenaikan harga beras dan tarif angkutan. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) naik 0,88 persen menjadi 105,92, mencerminkan membaiknya kemampuan produksi petani dibanding biaya produksinya, dengan kenaikan tertinggi pada Subsektor Perikanan Tangkap (3,52 persen).
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 54,55 persen, naik 7,06 persen (y-on-y)
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk utama pada Juli 2026 mencapai 29.851 kunjungan, naik 18,67 persen (y-on-y).
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju Provinsi NTT pada Juli 2026 mencapai 1.002.299 perjalanan, naik 2,12 persen (y-on-y).
Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Juli 2026 mencapai 10.111 perjalanan, naik 21,38 persen (y -on-y).
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 54,55 persen, naik 7,06 persen (y-on-y).
Agustus 2026, di Provinsi Nusa Tenggara Timur terjadi Inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 2,59 persen. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 4,04 persen.
Pada Agustus 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 2,59 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,74. Inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 4,04 persen dengan IHK sebesar 112,85 dan Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,53 persen dengan IHK sebesar 109,86.
Inflasi y-on-y Agustus 2026 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 dari 11 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,53 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,88 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,96 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,97 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,04 persen; kelompok transportasi sebesar 3,97 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,33 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,52 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,26 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,93 persen. Sementara, kelompok yang mengalami penurunan indeks harga, yaitu kelompok pendidikan sebesar 2,63 persen pada Agustus 2026.
Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,40 persen pada Agustus 2026. Dan terjadi inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,65 persen pada Agustus 2026.
Jumlah penerbangan angkutan udara pada Juli 2026 naik 21,43 persen dibandingkan dengan Juni 2026
Neraca perdagangan Nusa Tenggara Timur Januari–Juli 2026 mengalami surplus US$ 34,71 juta
Nilai Ekspor Nusa Tenggara Timur Januari–Juli 2026 mencapai US$ 37,71 juta atau turun 10,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Ekspor non migas pada periode Januari–Juli 2026 yang mencapai US$ 35,85 juta, turun sebesar 12,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Nilai ekspor Nusa Tenggara Timur bulan Juli 2026 mencapai US$ 5,68 juta atau turun 9,37 persen dibanding Juli 2025. Ekspor non migas Juli 2026 mencapai US$ 5,47 juta, turun 10,07 persen dibandingkan Juli 2025.
Impor Nusa Tenggara Timur Januari–Juli 2026 mencapai US$ 2,99 juta dengan total volume mencapai 8.129,46 ton. Nilai ini turun 49,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Nilai impor Nusa Tenggara Timur Juli 2026 sebesar US$ 0,75 juta, turun 60,6 persen dibandingkan Juli 2025.
Ekonomi Nusa Tenggara Timur Triwulan II-2026 Tumbuh 5,01 Persen (y-on-y)
Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan II-2026 mencapai Rp 41,13 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 21,87 triliun.
Ekonomi NTT triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 (y-on-y). Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 18,38 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 12,23 persen.
Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi NTT pada triwulan II-2026 mengalami pertumbuhan sebesar 7,11 persen. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 12,95 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 64,58 persen.
Perekonomian NTT pada Semester I-2026 tumbuh sebesar 5,16 persen (c-to-c). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 21,94 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 15,19 persen.
Struktur Ekonomi NTT pada triwulan II-2026 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 29,40 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 63,29 persen.
Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Mei 2026 - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,26 persen
Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional pada Mei 2026 sebanyak 3,19 juta orang, bertambah 0,01 juta orang dibanding Februari 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 76,81 persen, turun sebesar 0,13 persen poin dibanding Februari 2026. Penduduk bekerja pada Mei 2026 sebanyak 3,08 juta orang, masih sama orang dibandingkan Februari 2026. Lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yaitu 1,57 juta orang atau sebesar 51,04 persen.
Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 17,52 persen, meningkat 0,02 persen poin terhadap September 2025
Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 17,52 persen, meningkat 0,02 persen poin terhadap September 2025.
Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 1,04 juta jiwa, meningkat 5,95 ribu jiwa terhadap September 2025.
Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2026 sebesar 6,71 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2026 sebesar 21,64 persen.
Dibanding September 2025, jumlah penduduk miskin Maret 2026 perkotaan menurun sebanyak 2,7 ribu jiwa. Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan meningkat sebanyak 8,7 ribu jiwa.
Garis Kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp584.252,-/kapita/bulan.
Pada Maret 2026, rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi NTT memiliki 5,54 jiwa anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp3.236.756,-/rumah tangga miskin/bulan.
Pada Maret 2026, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Provinsi NTT yang diukur menggunakan Gini Ratio adalah sebesar 0,319.
Pada Maret 2026, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Provinsi NTT yang diukur menggunakan Gini Ratio adalah sebesar 0,319. Angka ini menurun 0,003 poin.
Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,273; turun dibanding Gini Ratio September 2025.
Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,307; turun dibanding Gini Ratio September 2025.
Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 21,05 persen. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada Maret 2026 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah,. Usai pelaksanaan press rilis dilanjutkan dengan diskusi BPS bersama awak media serta humas OPD Lingkup provinsi NTT.
Pada kesempatan ini juga kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, S.Sk., M.Si menyampaikan informasi terkait pelaksanaan SE 2026, dimana telah memasuki tahap melengkapi data yang kurang atau belum lengkap; Matamira Kale juga mengucapkan terimakasih banyak kepada awak media provinsi yang telah turut berandil mensukseskan pelaksanaan SE 2026 yang sangat menentukan arah kebijakan pembangunan terkait ekonomi masyarakat Indonesia masa kini dan untuk 10 tahun mendatang; Beliau berharap Media terus menjembatani jika masih ada masyarakat yang belum memberikan datanya agar di tahap melengkapi pendataan dewasa ini dapat memberikan informasi terkait data ekonomi warga yang belum terdata***
Siaran pers ini dipublikasikan atas kerjasama Biro Humas BPS NTT dengan Gl🌏baltwo indo🇮🇩media.#AyoBangunNTT. *Vhe5eryputlynd.doc.glbltw.Sept2026.
IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA
EXLUSIVE TO DAY
![]() |
| Lanjut: Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya |






















































