KUPANG, 28 Oktober 2026
Kolaborasi Pemerintah Kota Kupang, UNICEF, SM Entertainment, dan YKMI Perkuat Kapasitas Sekolah/Madrasah untuk Mendorong Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Peningkatan Kualitas Layanan Air, Sanitasi, dan Kebersihan yang Inklusif serta Tangguh Iklim.
Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, bersama UNICEF Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), SM Entertainment, Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) menyelenggarakan pelatihan bagi kepala sekolah/madrasah dan guru untuk memperkuat layanan air, sanitasi, dan kebersihan (Water, Sanitation, and Hygiene/WASH) yang inklusif dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Pelatihan yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di Hotel Sahid T-More Kupang ini diikuti oleh kepala sekolah/madrasah dan guru dari 34 sekolah dengan jumlah peserta 64 orang di Kota Kupang, mencakup sekolah negeri, madrasah dan sekolah swasta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program WASH in Schools (WinS) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang dengan dukungan UNICEF, dan SM Entertainment, untuk mendorong terwujudnya lingkungan belajar yang sehat, aman, ramah anak, inklusif, tangguh iklim dan berkelanjutan. Program ini menempatkan sekolah/madrasah sebagai salah satu lingkungan penting dalam pemenuhan hak anak atas air aman, sanitasi yang aman, dan kebersihan. Selain memastikan ketersediaan fasilitas yang berkualitas, penguatan kapasitas sekolah/madrasah juga diperlukan agar sarana WASH dikelola dan dipelihara secara berkelanjutan serta mampu menghadapi tantangan perubahan iklim.
Manager program YKMI, Tatang Husaini, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar kepala sekolah/madrasah dan guru tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengelolaan sekolah/madrasah dan proses pembelajaran. “Melalui Program WASH in Schools, kami ingin mendorong terwujudnya sekolah/madrasah yang sehat, aman, ramah anak, inklusif, tangguh iklim dan berkelanjutan. Kami berharap setiap peserta dapat menyusun rencana tindak lanjut yang konkret dan menerapkannya di sekolah/madrasah masing-masing,” ujarnya.
Kepala UNICEF Kantor Perwakilan NTT, Yudhistira Yewangoe, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang selalu menunjukkan kepemimpinan dan komitmen khususnya komitmen terhadap sekolah/madrasah sehat, inklusif dan tangguh iklim, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada SM Entertainment yang dengan dukungan pendanaannya program ini bisa berlangsung di Kota Kupang dan ucapan terima kasih juga kepada YKMI dan seluruh mitra atas kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan pada hari ini dan rangkaian kegiatan sebelumnya yang akan dilanjutkan. Ia juga menegaskan bahwa ketika anak masuk usia sekolah/madrasah maka sepertiga hidupnya ada di dalam lingkungan sekolah/madrasah. Ini bukan hanya tentang sarana dan prasarana tetapi ini adalah hak anak untuk sehat, belajar dan diperlakukan secara bermartabat. Sekolah/madrasah yang baik adalah sekolah/madrasah yang setiap anak merasa aman, sehat dan dihargai. Pendekatan ini dilakukan untuk 34 sekolah yang hadir dan harapannya kita menemukan model pendekatan yang pas yang bisa dilakukan pada semua sekolah/madrasah di Kota Kupang dan seluruh sekolah/madrasah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keberhasilan dari kegiatan kita kedepan diukur bukan saja dari peningkatan kualitas fasilitas dan prasarana yang terjadi tapi kita berharap ada 3 perubahan mendasar yang pertama adanya perubahan perilaku hidup bersih dan sehat bukan saja dari anak-anak dari kita sebagai orangtua dan guru sebagai tenaga pendidik sadar bahwa sekolah/madrasah itu bukan hanya belajar tetapi sekolah/madrasah adalah masa anak-anak dibentuk termasuk lingkungan tempat anak tumbuh dan besar dengan kebiasaan-kebiasaan dibangun kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, kebiasaan menjaga toilet tetap bersih, kebiasaan hemat air, kebiasaan untuk peduli pada lingkungan dan perubahan iklim yang terjadi dan kebiasaan sehat yang menjadi budaya di sekolah/madrasah. Yang kedua, perubahan yang kita harapkan adalah adanya pengelolaan di sekolah/madrasah bahwa air, sanitasi, dan kebersihan terintegrasi dalam proses belajar mengajar, program UKS dan masuk dalam proses perencanaan penganggaran yang utama dan pertama di sekolah/madrasah. Yang ketiga kita berharap adanya keberlanjutan dan replikasi, setiap sekolah menyusun rencana aksi yang kongkrit bisa menjadi model dan contoh bagi sekolah yang lain dan juga bahwa pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan dukungan untuk peningkatan kapasitas dan kualitas sarana di sekolah/madrasah, yang ingin kita ubah bukan hanya peningkatan kualitas fasilitas tetapi perilaku hidup bersih dan sehat serta cara sekolah/madrasah dikelola. Harapan kita model WinS menjadi semakin terintegrasi dalam system dan kebijakan pendidikan daerah. Perubahan ini harus dimulai dari sekolah/madrasah masing-masing, mari kita semua pastikan bahwa setiap anak tanpa terkecuali dapat belajar di lingkungan yang sehat, aman, inklusif dan tangguh iklim. Lingkungan sekolah/madrasah yang sehat adalah bagian dari fondasi masa depan anak-anak kita.
Membuka kegiatan mewakili Pemerintah Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru untuk memperkuat layanan WASH di satuan pendidikan. Menurutnya, keterbatasan air dan dampak perubahan iklim menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui pengelolaan fasilitas sekolah yang tepat dan berkelanjutan. “Fasilitas WASH di sekolah tidak cukup hanya tersedia. Fasilitas tersebut harus dirawat, menggunakan air secara efisien, tangguh menghadapi kekeringan maupun banjir, serta dapat diakses oleh seluruh peserta didik tanpa terkecuali, termasuk anak-anak penyandang disabilitas,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan kebersihan dan kesehatan menstruasi bagi siswi agar mereka dapat mengikuti kegiatan belajar dengan aman, nyaman, dan bermartabat. Pemenuhan kebutuhan dasar tersebut merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara. Lebih lanjut, Sekretaris Daerah mengingatkan bahwa kepala sekolah dan guru memiliki peran strategis dalam membangun budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sekaligus memastikan fasilitas sanitasi sekolah tetap berfungsi dan terpelihara. Kebersihan toilet dan ketersediaan air menjadi perhatian penting dalam peningkatan kualitas lingkungan sekolah. Pemerintah Kota Kupang juga mendorong peserta untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan rencana aksi yang terukur agar hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata di masing-masing satuan pendidikan. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada UNICEF Kantor Perwakilan NTT, SM Entertainment dan YKMI atas dukungannya dengan pelaksanaan Program WinS Inklusif dan Tangguh Iklim di Sekolah/Madrasah di Kota Kupang.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si.; pelatih nasional I Nyoman Oka; CEWASH Officer UNICEF Kantor Perwakilan NTT, Tim YKMI: Irene P Cahyani (Project Koordinator YKMI), Rostia La Ode Pado (CEWAS Officer Unicef NTT) serta fasilitator dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kupang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Pusdal LH Bali Nusra, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Kupang, Bappeda Kota Kupang, Kantor Kementerian Agama Kota Kupang dan koordinator program YKMI Kota Kupang.
Selama tiga hari, peserta mengikuti sembilan sesi pembelajaran yang mencakup layanan dasar WASH di sekolah; WASH inklusif yang responsif gender, ramah disabilitas, serta memperhatikan manajemen kebersihan menstruasi; perubahan perilaku higiene; dan dampak perubahan iklim terhadap layanan WASH. Peserta juga mempelajari Pendidikan Perubahan Iklim dalam Panduan Implementasi untuk Satuan Pendidikan dan Pemangku Kepentingan berdasarkan Modul Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, serta strategi mengintegrasikan WASH ke dalam program sekolah, termasuk Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), dan kegiatan ekstrakurikuler. Pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik. Salah satu kegiatan utamanya adalah praktik lapangan untuk memetakan risiko iklim di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi risiko yang memengaruhi ketersediaan air, sanitasi, dan kebersihan, sekaligus merumuskan langkah adaptasi yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Pada akhir pelatihan, setiap sekolah diharapkan menghasilkan rencana pembelajaran atau modul ajar sederhana yang mengintegrasikan materi WASH dan ketahanan iklim, serta rencana aksi implementasi di sekolah.
Rencana tersebut diharapkan menjadi landasan bagi penguatan perilaku hidup bersih dan sehat, pemeliharaan fasilitas, dan pengembangan lingkungan belajar yang lebih aman, inklusif, serta tangguh terhadap perubahan iklim. Kolaborasi Pemerintah Kota Kupang, UNICEF, SM Entertainment dan YKMI ini diharapkan dapat memperkuat peran sekolah/madrasah dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko iklim. Melalui peningkatan kapasitas pendidik dan pengelolaan fasilitas yang berkelanjutan, sekolah/madrasah diharapkan menjadi lingkungan yang mendukung setiap anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang secara optimal tanpa diskriminasi**
Siaran pers ini dipublikasikan Atas Kerjasama Kabid Dikdas P&K Kota Kupang,YKMI dengan Gl🌏baltwo indomedia. #AyoBangunNTT.*Vhe5eryputlynd.glbltwo&kabid.P&Kkt.kpg&ykmi.ntt(Maya.glbtw)
IKLAN: GL🌏BALTWO INDO🇲🇨MEDIA
EXLUSIVE TO DAY
![]() |
| Lanjut: Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya |
A L O RTELUK MUTIARA KALABAHI"TANAH TERJANJI SURGA DI TIMUR MATAHARI"
![]() |
| Lanjut: Moru Mart-Mebung Mart-Mali Mart-Bukapiting Mart,Wolwal Mart-Mola Mart-Batunirwala Mart-Apui Mart-Kolana Mart-Mataru Mart Dan Lainnya |






















































